POLIGAMI
Mulut mereka bersungut
Mata melotot hendak copot
Mereka memandang bagai hina
Menjaga kelamin dari dosa, guru ngaji beristri dua
Mulut mereka terbalut
Mata mereka tertutup
Dibawah selimut kamar melati
Membungkus kelamin dengan dosa, suami mereka bergumul mesra
Bandung, Desember 2006 “Saat ibu-ibu di tempat tinggalku ramai-ramai menggunjing AA Gym padahal suami-suami mereka….”
REFLEKSI (2)
Tubuhku terikat bagai simpul mati
Iblis bengis merajut benang kusut dimulutku dari bibir bergincu siluman nafsu
Iblis bengis menyiram air kencing ke mulutku dari botol-botol jin penghayal
Iblis bengis menaburkan tubuh laknat dari gerak erotik hantu erotik
Ingin ku berlari kesebuah pondok
Dikelilingi santri dihadapan kiyai
Membuka simpul mati
Meluruskan benang kusut dengan sabna Nabi
Membasuh air kencing dengan Ayat Suci
Membersihkan diri dengan Zikir illahi
2003
Catatan Untuk Negeri
Akan kututup buku hidup
Tinta hitam di lembar kusut
Setahun menoreh catatan kelam
Menggantung cita di lembayung senja
Ingin kuraih mimpi
Di atas wana-warni pelangi
Tujuh bidadari yang menari
Melambai selendang memanggil asa
Baru kemarin buih ombak menjilati kaki bukit di selatan Jawa
Baru kemarin asap bara melahap gambut di tanah Borneo
Baru kemarin lumpur menutup seisi sawah di timur Jawa
Ragu untuk kubuka
Lembar baru melukis kata cerita bangsa
Desember 2006
Tuesday, 8 June 2010
Lebay dot kom
04:48
Kang Dedy
RSS Feed
Twitter
3 komentar:
Oke banget Akng puisinya. Paling suka yang poligami. Nohok abiz! ^^
waduh kalau soal poligami saya angkat tangan deh, ga bisa koment panjang.
comment saya : yang jelas belum siap berpoligami akan menyakiti banyak orang, tul ndak?
::salam hangat::
OzToGraph
Bahasa puisi yang tajam.Saya suka puisi Catatan Untuk Negeri. Terima kasih sudi berkongsi.
Post a Comment