Sunday, 29 August 2010

Puisi Kaum Nuh

Banjir (I)

Lihat di atas sana
Dipuncak manglayang
Awan hitam bergumul
Ku tunggu beberapa saat
Sebelum air coklat pekat
Meluap dari benteng rumahku


Banjir (II)

Berapa batang pohon yang kau tebang
Di puncak sana
Berapa kantong sampah yang kau buang
Di kali sana
Jangan kau salahkan hujan
Kau sendiri yang membuat


banjir (III)

Kaum Nuh menyusun rencana
Sisa biaya perbaikan Citarum
Kaum Nuh menyusun berita
Penyelewengan dana Citarum
Anak Nuh menuai bencana
Kemarahan sungai Citarum

4 komentar:

Ozzys Blog™ said...

menggetarkan jiwa mas, merinding bacanya :)

o0z said...

hihi mampir lagidi blog ini, belum upload baru ta?

bliyanbayem said...

semuanya salah kita juga... manusia-manusia yang serakah dengan alam!!

dedy said...

kang dedy samaan donk
nama saya juga dedy nih kang
btw manglayang itu di jatinangor bukan?

Post a Comment